Ombak lepas melemah pergi meraung..
menggayung dayung tak berkira berujung..
Untaian pasir menyerempah hingga melenyap..
biru air tiada satupun mewarna menurja lepas..
Perahu berlayar melintasi putaran cakrawala..
pelaut berjangkar terengah menahan hembusan angin..
Angin menari-nari mendorong menjatuhi tak menyisakan..
Kuatku menjelajahi dunia mengerami lautan..
Aku..
menjauhi mereka hingga tak mengejar menjeritku..
Bersama lautan ku ceritakan kebisuanku..
sepi senyap leliput meneriakiku..
Aku..
hadir menyemak menjamak bisuku..
Tak terdengar suaraku menjauhi mereka..
enyah lara dukaku memeras kemarahanku..
Aku..
hanya seorang lelaki tua..
Yang menceritakan semua kepada lautan..
mengapa aku hanya seorang diri?
Aku..
hanya seorang lelaki bisu..
Kesendirianku kesepianku menjadi sejatiku..
mengapa tak satupun orang disisiku?
Rabu, 28 Desember 2016
Senin, 26 Desember 2016
Kelam Kelabu
Malam kunang bersinar terang..
angin meniup bintang terpijar..
Menari awan menutup kelam..
tersadar aku bersama kesendirianku..
Kilat menyambar tak satupun terdengar..
kicauan burung menggerutu menyesakkan luka..
bisikan keras menyayat bersama diam mu..
letupan api menengadahi tak berkujur..
Aku aku aku..
menepi ku hingga alam menggoyahku..
Menjauhku mendiami seribu pulau..
tak sanggup ku mengitari hingga mencaci maki..
Jingga menjadi hitam..
putih menjadi tak terlihat..
Tinta hitam menjadi buram..
gelapku menerkam lamunan senyapku..
Bukan aku meneriaki..
bukan aku menghempas marah..
Bukan aku melampiaskan kekesalan..
tapi kau yang menyayat luka tiada sisa kebahagiaan..
angin meniup bintang terpijar..
Menari awan menutup kelam..
tersadar aku bersama kesendirianku..
Kilat menyambar tak satupun terdengar..
kicauan burung menggerutu menyesakkan luka..
bisikan keras menyayat bersama diam mu..
letupan api menengadahi tak berkujur..
Aku aku aku..
menepi ku hingga alam menggoyahku..
Menjauhku mendiami seribu pulau..
tak sanggup ku mengitari hingga mencaci maki..
Jingga menjadi hitam..
putih menjadi tak terlihat..
Tinta hitam menjadi buram..
gelapku menerkam lamunan senyapku..
Bukan aku meneriaki..
bukan aku menghempas marah..
Bukan aku melampiaskan kekesalan..
tapi kau yang menyayat luka tiada sisa kebahagiaan..
Gadis Kecil
Sang mentari datang pada waktunya
Matahari terbit tak terkira indahnya
Gadis kecil berbaju merah
Sedih hati nya dalam kegelapan
Mencoba
terbiasa ia jalani
Jalan
lurus sampai tak terlihat
Apa
yang harus ia lakukan?
Gelap
makin mengguruinya
Berlari berlari berlarilah
Gadis kecil dengan baju merahnya
Terjatuh bertambah luka di hatinya
Tetap berlari untuk penyeimbangan
Berhenti
gadis kecil
Jangan
lukai kaki kecilmu
Tersenyum
buatlah ukiran di wajahmu
Terbiasalah
engkau tanpa hadirnya
Kuat kuat kuatkan lah
Bersama angin bawalah ceria
Jangan bawa
si awan mendung
Berpegang teguh pada hati yang kokoh
Menantilah
sampai ia kembali
Jangan
mengeluh walau tak tahan
Percayalah
dia akan membawa kebahagiaan
Penantian Manis
Hening
Daun berjatuhan tiada bunyi
Burung berkicau tak terdengar
Lautan menghempas menulikan telinga
Jauh
Semakin
berjarak kita berdua
Memisahkan
raga hingga tak tersentuh
Inginku
mendekat namun apalah daya
Sakit
Menahan rindu yang menggebu-gebu
Tercabik-cabik hati saat tiada pelukan
Perahu melayar pergi dalam lumpuh
Hancur
Ketika
ia melangkahkan kaki
Pergi
ke Jogja
tiada berhenti
Tak
siap aku dengan semua yang akan terjadi
Gembira
Tersenyum aku saat ia pergi
Terharu dengan semua yang diinginkannya
Melepas pergi sang pelita
Pelita
hati yang tersayang
Jangan
meragu untuk meninggalkanku
Dalam
suka dan duka ku setia menunggu
Langganan:
Komentar (Atom)